Mengenal Realitas Dunia Chatting Camfrog

Dalam kehidupan saat ini teknologi informasi merupakan perangkat yang tidak bisa dipisahkan dari aktifitas hidup kita sehari-hari sehingga bentuk kehidupan kita pun bisa dikatakan berubah, karena seiring berkembangnya teknologi saat ini, kita semakin mudah untuk berinteraksi satu sama lain yang didukung dengan teknologi internet, sehingga tanpa disadari, kita telah hidup dalam dua kehidupan yaitu dunia nyata dan dunia maya.

Salah satu kehidupan dunia maya yang telah memberikan dinamika baru dalam kehidupan kita adalah chatting. Hampir setiap orang, terlebih anak muda sudah akrab dengan istilah ini bahkan mungkin setiap hari menggunakannya. Ada banyak sekali aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan aktifitas chatting dan salah satunya adalah camfrog.

Bagi yang belum tahu, Camfrog merupakan salah satu aplikasi chatting yang bisa digunakan untuk berinteraksi lewat tulisan ataupun suara yang disempurnakan dengan audio video yang membutuhkan jaringan internet. Selain itu camfrog juga aplikasi chatting yang berbasis room, jadi kita menggunakan aplikasi ini tidak hanya berinteraksi dengan satu orang melainkan bisa lebih apalagi room dalam camfrog bisa menampung ribuan pengguna, kecuali kita melakukan chatting lewat Instan Messenger (IM) yaitu aktifitas komunikasi antara dua orang secara realtime.

Dalam dunia camfrog, pengguna bisa melakukan hampir semua hal yang bisa dilakukan layaknya dunia nyata. Karena realitas yang ditawarkan dunia camfrog tampak bagi pengguna sebagai realitas yang begitu nyata, bahkan tak jarang pengguna merasakan lebih nyata dari kenyataan sekalipun. Bahkan ada pengguna yang merasa lebih hidup disaat ia benar-benar terasa menjalani aktifitasnya di dunia camfrog.

Aktifitas-aktifitas dalam dunia camfrog itu tidak kalah nyata dengan apa yang kita lakukan di dunia nyata, jadi kita jangan mengatakan bahwa ini cuma bayangan atau imajinasi semata. misalnya mencium dengan emotion yang disediakan lewat camfrog, rasanya mungkin beda dengan mencium atau dicium dalam dunia nyata, tapi ciuman di kamera camfrog itu juga dirasakan tak kalah nyata dengan di dunia nyata. Jadi jangan heran jika kita mendengar ada pasangan yang bertengkar hebat gara-gara pasangannya sering main cium-ciuman dengan temen-temennya di camfrog.

Tapi sifat nyata dunia camfrog ini bukan hanya karena ada korelasi langsung dengan realitas nyata tapi dunia camfrog bisa dikatakan mampu menjadi realitas kedua yang bisa menggantikan realitas nyata sehari-hari. Jangan heran kalau anda bergabung dan mendapati ada pengguna yang lebih banyak menjalani hidup di dunia camfrog daripada dunia nyata. Ini bisa terjadi karena camfrog menawarkan keasyikan tersendiri dan menawarkan cara baru dalam menjalani dan mengalami hidup bagi para penggunanya.

Kenyataan ini membuat para penduduk dunia camfrog seakan memiliki dua identitas dan kepribadian yang bisa jadi sangat berbeda. Kita tidak bisa sekedar menilai mana diantara dua indentitas dan kepribadian ini yang asli karena bisa jadi dua-duanya memang mencerminkan dirinya yang sebenarnya, karena setiap orang pasti mempunyai dua sisi yang berbeda atau bahkan bertentangan.

Dalam dunia nyata terdapat kontrol nilai dan norma-norma sehingga kehidupan seseorang akan selalu menampilkan bagian dirinya yang direstui secara social. Beda dengan dunia camfrog yang begitu longgar atau bisa dikatakan tidak ada sama sekali yang namanya nilai dan norma-norma sosialnya, sehingga pengguna merasa bebas untuk mengekspresikan bagian dirinya yang terpendam, terlebih pengguna masuk ke zona 18+.

Pada zona 18+ biasanya pengguna merasa aman jika melakukan tindakan-tindakan yang secara social tidak direstui, tidak lagi merasa perlu mengindahkan nilai dan norma-norma yang ada karena tidak ada seorang pun yang mengenalnya dalam dunia nyata. Jadi jangan heran dengan adanya zona 18+, dunia camfrog terkenal dengan konten pornografinya. Di negara kita, pornografi merupakan sebuah konten yang terlarang tapi masih ada pengguna yang belum sadar sehingga masih ada yang rela memperlihatkan bagian intimnya, terlebih para pengguna senior yang memiliki kemampuan merayu kepada pengguna wanita untuk memperlihatkan bagian intimnya, sehingga banyak pengguna wanita yang terbuai dengan rayuan ataupun modusan oleh pengguna senior yang biasanya dilakukan lewat microphone camfrog.

Cacan juga tidak mengerti, kenapa para pengguna masih mementingkan diri sendiri demi hasrat birahi, padahal jika lebih diteliti, dalam kehidupan dunia camfrog itu banyak sekali manfaat yang bisa diambil, buktinya masih banyak pengguna yang memanfaatkan kehidupan didunia camfrog, seperti menambah teman baru untuk bertukar pikiran, canda-candaan ataupun mencari jodoh, bahkan saat-saat ini ada yang mengadakan acara tausiyah dan pengajian (tadarusan) yang sudah terjadwal di berbagai room zona asia, khususnya kategori General, oleh karena itu pengguna camfrog jangan merasa malu saat beraktifitas dalam dunia camfrog.

Dan perlu diingat, semakin kita akrab dengan dunia yang satu ini, semakin besar kemungkinan kita tercebur dan terhanyut di dalamnya. Semakin dekat kita, semakin susah kita untuk membedakan mana realitas camfrog, mana realitas sesungguhnya, karena realitas camfrog seringkali mempengaruhi realitas kehidupan kita sehari-hari.

Comments