Sejarah Komunitas Camfrogger Indonesia (KACI)

Saya mengetahui keberadaan KACI itu diawal tahun 2012, itupun diketahui keberadaannya lewat Pesbuk (Facebook) yang tak sengaja muncul di samping kanan beranda. Dan saya begitu tertarik dengan adanya wadah komunitas tersebut, karena komunitas ini memiliki visi misi yang sangat positif bagi masyarakat pengguna Camfrog.

Komunitas ini di founderi oleh Yohanes Michael (bekicot lemot), Ryan Hendryan (Repo/Biru), Homi, Jimmy Putra (G_Minus) dan Marchiano. Para founder ini biasa stay di room rock_and_roll_terserah_gue. Bukan berarti KACI itu berdiri dari Room tersebut, akan tetapi KACI berdiri atas rasa peduli bersama yang melihat lingkungan camfrog yang semakin rusak karena pornongrafinya. Dari para founder KACI, saya hanya kenal dengan Bang Ryan dan Bang Jim. Mereka berdualah yang sering saya tanya tentang wadah KACI, baik lewat pesbuk maupun tatap muka, seperti saat ada acara dadakan dirumah Bang Jim, disana saya bertanya-tanya tentang keberadaan KACI.

Pada awalnya Komunitas ini terbentuk karena pengguna aplikasi camfrog yang berasal dari Indonesia pada saat itu semakin bertambah, yaitu ditahun 2007. Ditahun itulah KACI terbentuk oleh para founder yang sudah disebutkan, yang kemudian di ikrarkan pada tanggal 28 Oktober 2007 di Jakarta. Komunitas ini terbentuk bukan karena latar belakang ataupun memiliki hobi yang sama, melainkan Komunitas ini terbentuk karena untuk mengajak pengguna camfrog agar menggunakannya sesuai nilai dan norma budaya Indonesia. Atau bisa disebut komunitas pembawa pesan moral. Pasalnya aplikasi Camfrog disinyalir menyuguhkan komunikasi yang berunsur pornografi, baik secara text maupun dalam bentuk gambar (Camera).

Camfrog beridentik dengan pornografi. karena disebabkan oleh beberapa pengguna camfrog yang "jahil" memanfaatkan teknologi dunia maya ini untuk melakukan beberapa adegan mesum baik secara text (typing) maupun dalam bentuk gambar (Camera), seperti buka-bukaan, masturbasi (onani) bahkan ada yang melakukan Making Love (ML) lewat media Aplikasi camfrog. Stigma negatif itu memang sudah melekat dikalangan masyarakat tentang camfrog, namun komunitas ini dibentuk berupaya untuk menyosialisasikan budaya menjadi pengguna camfrog yang dewasa dengan mengajak untuk bermain arif dan bijak, dengan slogan "Camfroger Indonesia, Tidak Bugil Di Depan Camera".

Apapun stigma yang dilekatkan kepada pengguna Camfrog, disini KACI berperan besar untuk tetap bisa melakukan berbagai macam kegiatan positif, seperti dalam situs Moto dream yang memaparkan berbagai acara KACI. Seperti, mengadakan kegiatan rutinnya yaitu gathering akbar, kali pertama gathering akbar di selenggarakan pada 25 Oktober 2008 mengambil venue Backstage, Ancol, Jakarta. Saat itu kurang lebih 100 pengguna datang kali pertama bertata muka yang di dahulukan sebelumnya di dunia maya yang sering berkomunikasi, 2 tahun berikutnya kembali gathering akbar kedua tepatnya 13 - 14 Februari 2010 Cisarua Puncak, Bogor. Pada gathering kedua ini terasa antusias dari temen-temen pengguna Camfrog kurang lebih 350 orang memadati venue, Mengulang suksesnya acara Gathering KACI 1 dan 2 pun kembali menyelenggarakan Gathering Akbar KACI III pada tanggal 7 - 8 Juli 2012 di Anyer. Dan dilanjutkan kembali dengan Gathering KACI IV pada tanggal 19 - 20 April 2014 di Batu - Malang.

Bukan hanya itu kegiatan sosial juga digelar seperti buka bersama dengan anak yatim, penggalangan dana korban bencana alam di Merapi Jogjakarta, dan segudang kegiatan untuk mensosialisasikan visi dan misi KACI. Wadah ini terus eksis hingga sekarang dan pengguna Camfrog pun semakin banyak, namun KACI terus mendengung-dengungkan bagi pengguna Camfrog untuk selalu gunakan aplikasi ini arif dan bijak serta menyebarkan virus Camfroger Indonesia, Jangan Bugil Di Depan Kamera.

Sebenarnya ini tidak mudah bagi KACI untuk mensosialisasikan kepada pengguna camfrog agar bermain sesuai nilai dan norma budaya Indonesia. Karena selain Pengguna camfrog dari Indonesia terhitung banyak, Pengguna camfrog juga memiliki hak untuk melakukan segala sesuatu yang dia inginkan, karena Aplikasi Camfrog hanyalah sebuah alat yang terdapat sebuah nilai dari para penggunanya baik untuk kebaikan ataupun keburukan, tergantung orang yang menggunakannya. Seperti apa yang ditulis oleh Novriyadi dalam website tnol.co.id, "Jadi, pada akhirnya, semua terserah pada maunya kita sebagai manusia. Kita mau menjadi baik atau buruk, itu pilihan kita. Sarana atau wadah hanyalah alat, yang hanya bisa ikut apa maunya kita".

Pada dasarnya KACI hanyalah sebuah wadah yang tak terdapat Struktur Kepengurusan, akan tetapi, KACI terdiri dari Anggota yang peduli dengan budaya Indonesia, karena melihat dunia Cyber, khususnya dunia Camfrog yang semakin meruntuhkan Nilai Budaya Indonesia dengan unsur pornografi. Oleh karena itu saya menganjurkan untuk para pengguna Camfrog agar tidak lepas dari norma ataupun nilai budaya Indonesia, agar tidak merusak masa depan anak bangsa yang menggunakan aplikasi camfrog. Kalo bukan kita, siapa lagi yang menolong di ruang penuh unsur Pornografi ini. Mari kita menggunakan aplikasi camfrog sesuai nilai budaya dari Nenek Moyang Kita.

Comments