Antara Di Jalan dan Di Rumah

Hari ini, saya menerima “ocehan” dari orang tak dikenal, yang tak sengaja bagian belakang motor tergores saat dijalan hendak menuju ketempat saudara yang berada di daerah Jakarta Pusat. Karena goresan itu saya terkena semprotan dengan Ocehan yang merendahkan harga diri saya, tapi saya tidak peduli dengan ocehannya, karena saya bisa mengambil suatu pelajaran dari Kejadian itu tentang karakter manusia yang bisa berubah menjadi Monster ketika berada dijalan.

Di Indonesia, khususnya di Jakarta yang dikenal dengan kemacetannya, membuat karakter manusia “tiba-tiba” menjadi beda antara dirumah dan dijalan. Disaat mengendarai, manusia tidak peduli dengan pengendara lainnya yang berada didepan, disamping ataupun dibelakangnya. Disini mereka memiliki sifat yang buruk dengan saling menyerobot dan tidak mematuhi aturan lalu lintas yang sudah ada. Ketika ada kecelakaan, seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa. Bahkan Ada yang tidak peduli dengan adanya kecelakaan didekatnya dan hanya menonton daripada membantu ketika ada korban kecelakaan yang tidak dikenalinya, melihat seperti itu budaya baik manusia sudah mulai meluntur dengan perilaku manusia seperti itu. Padahal manusia mendapatkan status menjadi makhluk Tuhan yang paling sempurna dibanding makhluk Ciptaan lainnya.

Beda halnya saat mereka berada dirumah dengan keluarga yang dicintainya dan tamu yang mengunjunginya untuk menjaga tali silaturrohim, ataupun dilingkungan rumahnya, mereka akan ramah, menyapa dan menghormati terhadap orang yang berada disekitar, kemudian akan saling gotong royong dan memiliki rasa peduli terhadap orang yang kesulitan.

Dengan uraian diatas sudah menjelaskan bahwa sifat manusia sangat berlawanan yang ditentukan oleh diri sendiri yang tidak disadari. ketika orang yang menabrak ataupun ditabrak, yang kemudian kendaraan yang ditumpakinya ada yang lecet, adalah keluarga sendiri ataupun orang yang dikenalinya. pasti sikapnya akan beda, seolah-olah kejadian itu tidak seperti dijalan pada umumnya, karena sudah saling mengenali. Bahkan ada yang diakhiri dengan candaan untuk sedikit menghibur orang yang dikenali sesudah ditabrak.

Intinya kita harus menyadari dengan fenomena tersebut tentang perilaku manusia disaat mengendarai yang membuat perbedaan ketika berada dirumah. Jadi, Selama kita mengendarai kendaraan dijalan, kita dianjurkan untuk saling peduli dan saling menghormati terhadap sesama pengguna jalan. Tidak dengan saling menyalip ataupun menyerobot kendaraan yang ada didekatnya agar tidak menimbulkan kemacetan ataupun kecelakaan yang tidak diharapkan.

Comments